📸 Judul Foto:
Dewa Parala Pang Ditemukan di Kawasan Kercandian Muaro Jambi
Deskripsi Foto:
Foto ini menampilkan arca Dewa Parala Pang yang ditemukan di kawasan percandian Muaro Jambi, salah satu situs warisan budaya terpenting di Indonesia. Arca ini menggambarkan seorang dewa atau tokoh spiritual dalam posisi berdiri, mengenakan atribut khas, dan membawa benda di tangan kanan yang kemungkinan memiliki nilai simbolis atau upacara.
Arca ini merupakan bukti kuat adanya pengaruh agama dan kepercayaan Hindu-Buddha di wilayah tersebut pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Gaya pahatan yang halus dan ekspresi wajah yang tenang menunjukkan kemajuan seni ukir pada masa itu. Dewa Parala Pang diduga merupakan bagian dari lingkungan spiritual atau ritual yang dilakukan di kawasan percandian untuk tujuan pemujaan atau perlindungan.
Sejarah Dewa Parala Pang di Muaro Jambi
Arca Dewa Parala Pang merupakan salah satu artefak penting yang ditemukan di kawasan percandian Muaro Jambi, Provinsi Jambi, yang merupakan kompleks percandian terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini berkembang pesat antara abad ke-7 hingga ke-13 Masehi dan diyakini sebagai pusat pendidikan dan keagamaan Buddha Mahayana yang sangat penting di masa Kerajaan Melayu dan Sriwijaya.
Nama “Parala Pang” tidak ditemukan secara eksplisit dalam sumber teks kuno, namun berdasarkan ciri-ciri fisik dan ikonografi, arca ini kemungkinan besar menggambarkan sosok penjaga suci atau dewa pelindung (yaksha/dvarapala) yang ditempatkan di pintu masuk candi atau bangunan suci. Posisi tangan yang menggenggam benda, postur tubuh yang kokoh, serta ekspresi wajah yang serius menggambarkan fungsi sebagai penjaga tempat suci dari gangguan roh jahat atau kekuatan negatif.
Arca ini mencerminkan gaya seni arca Sumatera Kuno yang dipengaruhi oleh seni pahatan India Selatan, namun telah mengalami proses lokalisasi yang kuat. Pembuatan arca semacam ini memerlukan keterampilan tinggi dan melibatkan pemahaman spiritual yang mendalam, karena setiap pose dan atribut memiliki makna filosofis.
Penemuan arca ini memperkuat bukti bahwa kawasan Muaro Jambi bukan hanya tempat peribadatan, tapi juga pusat pemikiran spiritual dan pendidikan agama Buddha, di mana para bhiksu dan pelajar dari berbagai wilayah, termasuk India dan Tiongkok, datang untuk belajar.
Daftar Pustaka:
-
Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. (2021). Laporan Ekskavasi Situs Muaro Jambi. Jambi: Kemdikbud.
-
Miksic, J. (2004). Borobudur: Golden Tales of the Buddhas. Singapore: Periplus Editions.
-
Soekmono, R. (1988). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Jakarta: Penerbit Kanisius.
-
Poesponegoro, M.D., & Notosusanto, N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
-
Majalah Arkeologi Indonesia. (2020). “Arca dan Simbolisme Keagamaan di Kawasan Candi Muaro Jambi”.