Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perjalanan Inspiratif Mohd. Isnaini, S.Pd.I, M.Hum : Dari Cleaning Service ke Kepala Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Lahir pada 30 Oktober 1979, di sebuah desa kecil di Kembang Tanjung, Mersam, Batanghari. Mohd. Isnaini tumbuh dalam keluarga sederhana. Kehidupan yang penuh keterbatasan membentuk pribadi yang tangguh dan pantang menyerah dalam menghadapi segala ujian. Sejak muda, Isnaini sudah memiliki cita-cita besar meskipun realitas kehidupannya sering kali memaksa untuk menunda mimpi-mimpinya.

 

Awal Kehidupan dan Perjuangan

Salah satu pekerjaan yang dilakoninya adalah menjadi tenaga kebersihan atau cleaning service di sebuah lembaga pendidikan.

Pekerjaan sebagai cleaning service sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, tetapi bagi Isnaini, pekerjaan itu adalah peluang untuk belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, dan kesederhanaan. Setiap pagi, ia menyapu, mengepel lantai, dan menjaga kebersihan ruang-ruang kelas dengan penuh semangat. Di balik semua itu, ia menyimpan tekad besar untuk meraih kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan.

Usai menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah, Isnaini memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi meskipun menghadapi banyak keterbatasan finansial. Dengan tekad kuat, ia memilih kuliah di D2 Guru Kelas sebagai batu loncatan untuk ikut kegiatan pegawai, guru kelas dan lain sebagainya. Kehidupan di kampus tidaklah mudah baginya. Isnaini harus bekerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya sendiri.

Bantuan dari Sang Istri 

Di tengah perjuangannya, Isnaini bertemu dengan seorang wanita luar biasa yang kelak menjadi istrinya. Sang istri tidak hanya menjadi pendamping hidup, tetapi juga sumber inspirasi yang membangkitkan semangatnya untuk terus maju. Saat Isnaini berada di persimpangan hidup, merasa ragu apakah ia mampu melanjutkan pendidikannya dan mengejar karir yang lebih baik, sang istri dengan sabar memberikan dorongan.

Pada satu momen penting dalam hidupnya, Isnaini bahkan hampir menyerah pada impian menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun, istrinya justru mengambil langkah proaktif dengan diam-diam mendaftarkan berkas lamaran PNS untuk Isnaini. Tindakan itu menunjukkan betapa besar keyakinan sang istri pada potensi Isnaini.

Masa Sulit dan Perjuangan Menjadi PNS

Ketika pengumuman penerimaan PNS keluar, Isnaini tidak percaya bahwa namanya tercantum sebagai salah satu kandidat yang lolos seleksi. Ia merasa campuran antara haru dan takjub. Namun, perjalanan untuk benar-benar menjadi PNS tidaklah mudah. Proses administrasi, pelatihan, dan penyesuaian di tempat kerja membutuhkan kerja keras dan dedikasi.

Isnaini mulai bekerja sebagai pustakawan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dalam posisi ini, ia kembali harus menghadapi pandangan skeptis dari rekan-rekan yang memandang sebelah mata latar belakangnya sebagai mantan cleaning service. Namun, Isnaini memilih untuk tidak menyerah. Ia menggunakan waktu dan energinya untuk belajar lebih dalam tentang dunia perpustakaan.

Dedikasi dan Pendidikan Lanjutan

Sebagai seorang pustakawan, Isnaini memahami bahwa pendidikan adalah kunci untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Ia melanjutkan pendidikannya hingga meraih gelar Magister Humaniora (M.Hum). Gelar tersebut menjadi bukti nyata bahwa seseorang dapat melampaui batasan-batasan yang ada jika memiliki kemauan dan kerja keras. Mohd. Isnaini melanjutkan kuliah S1 di Pendidikan Agama Islam IAIN Jambi. Lalu S2 di Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia.

Perjalanan Mohd. Isnaini Menempuh S2 Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia

Setelah berhasil menjadi pustakawan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan menjalani perannya dengan penuh dedikasi, Mohd. Isnaini menyadari bahwa dunia perpustakaan terus berkembang pesat. Sebagai seorang profesional, ia ingin meningkatkan kompetensinya, khususnya dalam bidang manajemen perpustakaan, literasi informasi, dan digitalisasi. Maka, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan memilih program S2 Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia (UI), sebuah langkah yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya.

Mimpi Besar dan Persiapan Awal

Keputusan untuk melanjutkan studi ke UI bukanlah hal yang mudah. Bagi Isnaini, Universitas Indonesia adalah salah satu institusi pendidikan terbaik di negeri ini, dan diterima di sana menjadi impian besar. Namun, di balik mimpi itu, ada tantangan besar yang harus dihadapinya: biaya pendidikan, waktu untuk kuliah sambil bekerja, serta adaptasi dengan lingkungan akademik yang lebih kompetitif.

Didukung penuh oleh istrinya, Isnaini mulai mempersiapkan diri. Ia rajin belajar untuk menghadapi seleksi masuk, melengkapi berkas-berkas administrasi, dan memastikan dirinya siap menghadapi tantangan intelektual yang menantinya. Dalam proses ini, ia belajar tentang pentingnya manajemen waktu, karena harus membagi fokus antara pekerjaan sebagai pustakawan di Jambi dan impian melanjutkan pendidikan di Depok.

Diterima di Universitas Indonesia 

Saat pengumuman penerimaan S2 Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, Isnaini merasa haru dan bangga karena berhasil lolos seleksi. Perjalanan menuju kampus yang prestisius itu dimulai. Ia harus meninggalkan kenyamanan rumah dan lingkungan tempat kerjanya di Jambi untuk sementara waktu, demi menjalani kuliah intensif di UI.

Di semester pertama, Isnaini merasakan tantangan besar dalam beradaptasi dengan lingkungan akademik UI yang penuh dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Para dosen yang ahli di bidangnya dan teman-teman sekelasnya yang berkompetensi tinggi membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengejar standar yang tinggi.

Tantangan dalam Menyeimbangkan Peran

Salah satu tantangan terbesar selama masa studi S2 adalah bagaimana Isnaini membagi waktunya antara kuliah, pekerjaan, dan keluarga. Ia sering kali harus bolak-balik Jambi-Depok untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Meski berat, ia tidak pernah mengeluh. Bagi Isnaini, ini adalah bentuk pengorbanan yang harus ia lakukan untuk masa depan yang lebih baik.

Setiap akhir pekan, ia menyempatkan waktu untuk menghubungi keluarganya, terutama sang istri dan anak-anaknya, yang selalu menjadi penyemangat utama. Dukungan moral dari keluarganya membuat Isnaini tetap teguh dan optimis menjalani masa-masa sulit di bangku kuliah.

Fokus pada Komunikasi Organisasi Perpustakaan

Selama menjalani program S2, Isnaini memilih fokus pada topik yang sangat relevan dengan perkembangan zaman: Komunikasi organisasi di perpustakaan perguruan tinggi. Ia menyadari bahwa Komunikasi organisasi adalah kunci masa depan perpustakaan, terutama untuk memberikan akses informasi yang lebih luas kepada mahasiswa dan masyarakat.

Tugas akhirnya membahas strategi dan implementasi digitalisasi di perpustakaan perguruan tinggi, dengan studi kasus di perpustakaan tempat ia bekerja. Isnaini menggali data, melakukan riset mendalam, dan berdiskusi dengan para ahli untuk menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif. Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi acuan dalam mengembangkan sistem perpustakaan modern di Indonesia.

Lulus dengan Predikat Membanggakan

Setelah dua tahun penuh perjuangan, Isnaini berhasil menyelesaikan studi S2-nya dengan predikat yang membanggakan. Gelar Magister Humaniora (M.Hum.) yang ia raih menjadi simbol dari kerja keras, ketekunan, dan komitmennya untuk terus belajar.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, institusi tempatnya bekerja, dan rekan-rekan pustakawan lainnya. Dengan ilmu dan wawasan yang ia dapatkan dari UI, Isnaini kembali ke Jambi dengan semangat baru untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajarinya demi memajukan perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Dampak dan Kontribusi Pasca-S2

Usai menyelesaikan pendidikannya, Isnaini segera menerapkan konsep-konsep modern yang ia pelajari selama kuliah. Ia memimpin proyek digitalisasi di perpustakaan UIN Jambi, dengan menghadirkan layanan berbasis teknologi informasi, seperti katalog online (OPAC), akses jurnal internasional, dan pengelolaan data pengguna yang lebih terintegrasi.

Di bawah kepemimpinannya, perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga pusat pembelajaran berbasis digital. Isnaini juga aktif memberikan pelatihan kepada staf perpustakaan lain agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi.

Selain itu, Isnaini terus berbagi ilmu melalui seminar dan workshop, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ia ingin menginspirasi lebih banyak orang, khususnya pustakawan dan tenaga perpustakaan muda, untuk terus mengembangkan diri.

Pesan dari Perjalanan S2-nya

Kisah Isnaini saat menempuh S2 di Universitas Indonesia memberikan banyak pelajaran berharga:

  1. Pendidikan adalah investasi terbaik : Meski berat, pendidikan selalu membuka jalan untuk peluang yang lebih besar.
  2. Dukungan keluarga adalah kunci keberhasilan : Isnaini selalu menekankan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari peran istrinya yang setia mendampingi dan memotivasinya.
  3. Pantang menyerah menghadapi tantangan : Perjuangan Isnaini membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar jika seseorang bersedia bekerja keras untuk mencapainya.

Kini, dengan gelar magister dan pengalaman luas di dunia perpustakaan, Mohd. Isnaini terus menginspirasi banyak orang dengan dedikasinya untuk pendidikan dan transformasi perpustakaan di Indonesia. Perjalanan S2-nya di Universitas Indonesia adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, seseorang dapat mengubah hidupnya dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Selama bertahun-tahun, Isnaini terus meningkatkan kompetensinya sebagai pustakawan. Ia mengikuti berbagai pelatihan dan seminar untuk memahami perkembangan teknologi dalam dunia perpustakaan. Upayanya ini membuahkan hasil ketika ia berhasil naik jabatan menjadi Pustakawan Ahli Madya, sebuah pencapaian yang jarang diraih tanpa dedikasi luar biasa.

Pustakawan Berprestasi Nasional 2014

Tahun 2014 menjadi salah satu titik balik penting dalam perjalanan karier Mohd. Isnaini. Di tengah perannya sebagai pustakawan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, ia meraih penghargaan bergengsi sebagai Pustakawan Berprestasi Nasional. Pengakuan ini tidak hanya membuktikan dedikasinya dalam mengembangkan dunia perpustakaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pustakawan muda di Indonesia.

Perjalanan Menuju Penghargaan

Penghargaan Pustakawan Berprestasi diberikan kepada individu yang menunjukkan kontribusi luar biasa dalam pengelolaan, pengembangan, dan pelayanan perpustakaan. Isnaini, yang saat itu sudah dikenal sebagai pustakawan inovatif di lingkup lokal, diajukan sebagai kandidat oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi.

Seleksi ini bukan hal yang mudah. Isnaini harus mempresentasikan inovasi yang telah ia terapkan di perpustakaan tempatnya bekerja, termasuk strategi peningkatan layanan, pengelolaan koleksi, dan program literasi informasi. Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan data yang lengkap, Isnaini berhasil lolos seleksi di tingkat provinsi dan mewakili Jambi di tingkat nasional.

Kepala Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 

Puncak dari perjalanan Isnaini terjadi ketika ia diangkat menjadi Kepala Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Jabatan ini memberinya kesempatan untuk memberikan dampak yang lebih besar bagi lembaga dan para mahasiswa. Ia mengubah perpustakaan menjadi pusat pembelajaran modern yang tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga pusat diskusi, penelitian, dan pengembangan diri.

Dengan visinya yang inovatif, Isnaini memimpin transformasi digital di perpustakaan. Ia memastikan bahwa mahasiswa dapat mengakses sumber daya akademik secara online, sesuai dengan tuntutan zaman. Selain itu, ia aktif memotivasi timnya untuk terus berkembang dan melayani pengguna perpustakaan dengan sepenuh hati.

 

Menjadi Asesor Perpustakaan di Tahun 2020

Tahun 2020 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier Mohd. Isnaini. Setelah melalui serangkaian prestasi dan pengalaman sebagai pustakawan, kepala perpustakaan, dan akademisi yang berdedikasi, ia mendapat kehormatan besar menjadi salah satu asesor perpustakaan di Indonesia. Penunjukan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kompetensinya, tetapi juga peluang bagi Isnaini untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi dunia perpustakaan nasional.

Pencapaian Menuju Asesor Perpustakaan
Menjadi seorang asesor perpustakaan tidaklah mudah. Posisi ini mengharuskan seseorang memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang ilmu perpustakaan, pengelolaan perpustakaan, dan pemahaman terhadap standar-standar nasional maupun internasional terkait layanan informasi. Isnaini yang saat itu telah menyelesaikan S2 Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia, dianggap sebagai figur yang memiliki kualifikasi tersebut.

Proses menuju pengangkatan sebagai asesor dimulai dengan pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan lembaga-lembaga terkait. Isnaini mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat, meskipun ia harus membagi waktu dengan tanggung jawabnya sebagai Kepala Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Dalam pelatihan ini, Isnaini mempelajari banyak hal, mulai dari teknik asesmen, pemahaman mendalam tentang Standar Nasional Perpustakaan (SNP), hingga keterampilan interpersonal untuk melakukan evaluasi dengan profesionalisme tinggi. Isnaini tidak hanya lulus dengan hasil memuaskan, tetapi juga mendapatkan apresiasi dari pengajar atas sikapnya yang kritis, tekun, dan berkomitmen.

Menjadi Asesor di Masa Pandemi
Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan, terutama karena pandemi COVID-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Pandemi ini memengaruhi berbagai sektor, termasuk perpustakaan. Banyak perpustakaan yang harus menutup layanan fisiknya dan beralih ke layanan digital. Dalam situasi ini, peran asesor perpustakaan menjadi semakin krusial untuk memastikan bahwa layanan perpustakaan tetap memenuhi standar, bahkan di tengah keterbatasan.

Sebagai asesor, Isnaini dihadapkan pada tantangan untuk menyesuaikan metode asesmen dengan kondisi pandemi. Banyak perpustakaan yang harus dievaluasi secara daring, yang memerlukan adaptasi teknologi dan strategi komunikasi yang berbeda. Namun, Isnaini tidak menganggap ini sebagai hambatan, melainkan peluang untuk memperkuat sistem digital dalam pengelolaan perpustakaan di Indonesia.

Ia terlibat dalam evaluasi sejumlah perpustakaan. Dalam proses asesmen, Isnaini dikenal sebagai asesor yang tegas tetapi adil. Ia tidak hanya memberikan penilaian terhadap kinerja perpustakaan, tetapi juga memberikan masukan konstruktif agar perpustakaan dapat berkembang lebih baik.

Inspirasi dari Peran Baru
Menjadi asesor memberikan Isnaini perspektif baru tentang dunia perpustakaan. Ia melihat bagaimana perpustakaan, besar maupun kecil, berjuang untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ia terinspirasi oleh dedikasi para pustakawan di seluruh Indonesia yang terus melayani masyarakat meski dalam kondisi sulit.

Bagi Isnaini, peran ini juga merupakan kesempatan untuk memberikan pengaruh yang lebih besar. Ia tidak hanya berkontribusi di tingkat lokal, tetapi juga membantu membangun ekosistem perpustakaan yang lebih baik di tingkat nasional.

Menjadi asesor perpustakaan di tahun 2020 adalah salah satu pencapaian monumental dalam perjalanan karier Mohd. Isnaini. Peran ini tidak hanya memperluas kontribusinya bagi dunia perpustakaan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu figur inspiratif dalam bidang ini. Dengan pengalaman dan wawasan yang ia miliki, Isnaini terus berupaya mendorong perpustakaan-perpustakaan di Indonesia menjadi pusat pengetahuan yang berkualitas dan relevan bagi masyarakat.

Bagi Isnaini, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kontribusi yang lebih besar. Ia percaya bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang cerdas dan berwawasan luas, dan ia berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Pesan dan Inspirasi

Kisah Mohd. Isnaini adalah bukti nyata bahwa latar belakang atau pekerjaan awal seseorang tidak menentukan masa depannya. Ia menunjukkan bahwa keberanian untuk bermimpi, kerja keras, dan dukungan dari orang terkasih dapat mengubah hidup seseorang.

Isnaini sering berbagi kisah hidupnya kepada mahasiswa dan masyarakat luas sebagai bentuk motivasi. Pesannya sederhana tetapi mendalam:

– Jangan pernah malu dengan pekerjaan apa pun selama pekerjaan itu halal.

– Gunakan setiap kesempatan sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar.

– Jangan takut untuk bermimpi besar, tetapi juga jangan lupa untuk bekerja keras mewujudkannya.

Kisah hidup Isnaini mengingatkan kita bahwa keberhasilan bukanlah soal di mana kita memulai, tetapi bagaimana kita memanfaatkan setiap peluang yang datang. Ia kini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang sedang berjuang dari bawah.

Dengan segala pencapaiannya, Mohd. Isnaini tetap rendah hati. Ia percaya bahwa semua yang diraihnya adalah hasil kerja keras, dukungan keluarga, dan takdir yang telah diatur oleh Tuhan. Dan bagi Isnaini, perjalanan hidupnya masih jauh dari kata selesai. Ia terus berupaya memberikan yang terbaik bagi institusi, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya.

Penutup

Mohd. Isnaini, S.Pd.I, M.Hum., adalah simbol perjuangan hidup yang tak kenal lelah. Dari seorang cleaning service hingga menjadi Kepala Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, ia telah membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak menyerah pada mimpi-mimpi kita, apa pun rintangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899