JAMBI – Kepala UPT Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Mohd. Isnaini, M.Hum, mengikuti kegiatan Sosialisasi Program Pendanaan Riset MORA The AIR Funds yang diselenggarakan di Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UIN STS Jambi tersebut juga diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, para Ketua Lembaga, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), serta para kepala unit dan lembaga di lingkungan kampus.
Sosialisasi menghadirkan langsung Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, sebagai narasumber utama. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Investigasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset, Hendro Dwi Antori, S.H.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber dari Kementerian Agama yang secara langsung memberikan pemahaman mengenai peluang pendanaan riset bagi dosen.
Menurutnya, program MORA The AIR Funds merupakan kesempatan strategis bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian. Ia berharap semakin banyak dosen UIN STS Jambi yang berpartisipasi dan berhasil memperoleh pendanaan riset pada tahun ini.
“Budaya riset harus terus diperkuat karena menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan reputasi perguruan tinggi,” ujar Prof. Kasful.
Sementara itu, Dr. Ruchman Basori menjelaskan bahwa batas akhir pengajuan proposal MORA The AIR Funds masih terbuka hingga 24 Juni 2026. Ia mendorong para dosen untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyiapkan proposal yang berkualitas, relevan, serta memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, proposal riset yang diajukan harus mampu menjawab program prioritas nasional, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, serta melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), maupun lembaga lainnya.
“Presiden memiliki program Asta Cita, Kementerian Agama memiliki Asta Protas. Hal-hal tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dalam penyusunan tema penelitian yang relevan dan berdampak,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa skema pendanaan yang tersedia cukup besar. Untuk penelitian bidang sains dan kesehatan, pendanaan dapat mencapai Rp2 miliar, sedangkan penelitian bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan dapat memperoleh pendanaan hingga Rp500 juta.
Dalam kesempatan yang sama, Hendro Dwi Antori memaparkan secara rinci mekanisme pendaftaran, tahapan seleksi, serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon peserta.
Kepala UPT Perpustakaan UIN STS Jambi, Mohd. Isnaini, M.Hum, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, program pendanaan riset seperti MORA The AIR Funds menjadi peluang besar bagi dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, UPT Perpustakaan UIN STS Jambi turut mendukung penguatan budaya akademik dan riset di lingkungan kampus, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Semoga bermanfaat untuk publikasi di website dan media sosial UPT Perpustakaan UIN STS Jambi.