Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Sejarah Ritual Mandi Safar di Air Hitam Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur

                             

📖 Ritual Mandi Safar: Warisan Budaya dari Air Hitam Ulu

🌿 Tradisi Melayu yang Tetap Hidup

Di Desa Air Hitam Ulu, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdapat sebuah tradisi budaya yang hingga kini masih lestari: Ritual Mandi Safar. Upacara ini dilaksanakan setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriyah, yang secara tradisional diyakini sebagai waktu datangnya musibah atau bala.

Masyarakat setempat percaya bahwa dengan mandi bersama di sungai sambil memanjatkan doa, mereka dapat membersihkan diri dari energi negatif dan menghindari malapetaka. Ritual ini sudah dilakukan secara turun-temurun, dan menjadi salah satu bentuk nyata kearifan lokal masyarakat Melayu pesisir Jambi.


📷 Dokumentasi Budaya

Foto ini merekam momen sakral ketika para peserta ritual—para lelaki dewasa dan tokoh adat—duduk berbaris mengenakan pakaian adat Melayu Jambi berwarna kuning keemasan lengkap dengan tanjak putih. Di latar belakang, terlihat payung kuning kehormatan dan replika menara sebagai simbol adat dan spiritualitas. Masyarakat dari berbagai penjuru desa berkumpul, menandakan pentingnya peristiwa ini bagi komunitas.

Rangkaian prosesi dimulai dengan doa bersama, diikuti pawai budaya, lalu ditutup dengan mandi bersama di sungai. Semua ini dilakukan sebagai bagian dari usaha bersama untuk memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.


📜 Sejarah dan Makna Ritual

Asal-usul Mandi Safar di Jambi diperkirakan telah muncul sejak abad ke-18, sebagai bentuk adaptasi antara nilai-nilai Islam dengan kepercayaan lokal yang berkembang di wilayah pesisir timur Sumatera. Tradisi ini mencerminkan perpaduan spiritual dan sosial: sungai dianggap bukan hanya sebagai sumber air, melainkan juga sebagai ruang sakral yang menghubungkan manusia, alam, dan Yang Maha Kuasa.

Di Air Hitam Ulu, ritual ini awalnya dilangsungkan secara sederhana oleh tetua adat dan tokoh agama. Namun, sejak tahun 1980-an, Mandi Safar mulai dikenal lebih luas dan dijadikan agenda budaya tahunan yang juga menarik perhatian wisatawan dan peneliti budaya.

Kini, Mandi Safar bukan hanya ritual, tetapi juga simbol pelestarian budaya, kekuatan komunitas, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.


📚

  1. Wawancara dengan H. Rusli, Ketua Lembaga Adat Desa Air Hitam Ulu. Dokumentasi Perpustakaan Daerah Tanjung Jabung Timur, 18 Oktober 2023.

  2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi. (2021). Ensiklopedia Budaya Jambi: Tradisi dan Upacara Adat. Jambi: Disbudpar Prov. Jambi.

  3. Zulkarnain, H. (2019). Makna dan Transformasi Ritual Mandi Safar di Komunitas Melayu Pesisir Jambi. Jurnal Adat & Budaya Nusantara, 12(1), 45–58.

  4. Arsip Budaya Melayu Jambi (ABMJ). Koleksi Perpustakaan Tanjung Jabung Timur. Kode Arsip: ABMJ-TJT-042.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899