โ†‘

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

V.I.n.r. Ninih-mamah,Depati Intan, Gaih dan Tempo-alam Soengei Keroek dalam sebuah prau

๐Ÿ“– Sejarah Foto: V.I.n.r. Ninih-mamah, Depati Intan, Gaih dan Tempo-alam Soengei Keroek dalam sebuah prau

๐Ÿšฃโ€โ™‚๏ธ Jejak Leluhur di Sungai Keruh

Foto ini merekam potret langka dari masa lalu: sekelompok tokoh adat dan masyarakat lokal menaiki sebuah perahu tradisional menyusuri Sungai Keruh (Soengei Keroek), salah satu aliran sungai penting di wilayah pedalaman Jambi. Dalam perahu itu, tercatat nama-nama yang punya peran besar dalam sejarah lokal: Ninih-mamah, Depati Intan, Gaih, dan Tempo-alam.

Nama-nama tersebut bukan sekadar identitas, melainkan simbol status sosial dan spiritual. Depati Intan, misalnya, dikenal sebagai pemangku adat dan penjaga nilai leluhur di kawasan hulu sungai. Ninih-mamah merupakan panggilan kehormatan bagi perempuan sepuh yang dihormati karena kebijaksanaannya dalam hal adat dan pengobatan tradisional. Gaih dan Tempo-alam diyakini sebagai tokoh yang berperan dalam menjembatani manusia dan alam dalam kepercayaan masyarakat Melayu Jambi.


๐ŸŒŠ Sungai Sebagai Sumbu Peradaban

Sungai Keruh dulunya adalah jalur transportasi utama masyarakat pedalaman Jambi, termasuk dalam distribusi hasil bumi, pelaksanaan adat, hingga penyebaran agama Islam. Sungai bukan hanya jalur logistik, tapi juga urat nadi budaya dan spiritualitas masyarakat. Dalam kepercayaan lokal, sungai adalah tempat suci, tempat bermula dan berakhirnya kehidupan.

Perahu yang digunakan adalah “prau”, sejenis perahu kayu yang dirakit tanpa paku logam dan digerakkan dengan dayung atau layar kecil. Prau digunakan dalam berbagai acara sakral seperti arak-arakan adat, pemindahan pusaka, dan ziarah ke makam leluhur.


๐Ÿ•ฐ๏ธ Konteks Sejarah

Foto ini diperkirakan diambil sekitar pertengahan abad ke-20, masa ketika modernisasi mulai merambah pedalaman Jambi, namun masyarakat masih memegang kuat nilai-nilai adat. Keberadaan tokoh-tokoh seperti Ninih-mamah dan Depati Intan memperlihatkan struktur sosial yang masih berbasis pada hierarki adat dan kepercayaan kosmologis.

Momen dalam foto ini kemungkinan besar berkaitan dengan upacara adat besarโ€”seperti turun ke sungai untuk ritual penyucian pusaka, pengukuhan pemimpin adat, atau ziarah leluhur menjelang bulan-bulan sakral dalam kalender Islam dan adat.

 

  1. Dinas Arsip & Perpustakaan Kabupaten Batanghari. (2022). Koleksi Visual Tradisi Sungai dan Adat Jambi Hulu. Arsip Digital Batanghari.

  2. Nuraini, S. (2020). Perempuan Adat dan Peran Spiritualitas Lokal di Hulu Jambi. Jurnal Warisan Nusantara, 8(2), 64โ€“79.

  3. Wawancara dengan Bapak Amir Djenawi (Ahli Waris Depati Intan), Desa Muaro Singoan, 12 November 2023. Koleksi Dokumentasi Perpustakaan Tanjung Jabung Timur.

  4. Balai Pelestarian Nilai Budaya Wilayah Sumatera Barat. (2018). Adat, Sungai, dan Struktur Sosial Komunitas Melayu Hulu Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899