Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Untuk berburu, mohon restu para dewa di puncak boekit rubooh di dekatnyaaa

📸 Judul Foto:

Untuk berburu, mohon restu para dewa di puncak boekit rubooh di dekatnyaaa


📝 Deskripsi dan Penjelasan Sejarah:

Foto ini merupakan potret dokumenter masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat pada masa silam, tengah melaksanakan prosesi adat sebelum berburu. Terlihat para laki-laki duduk bersila dengan tangan terangkat dalam posisi berdoa. Mereka tampak khusyuk dan penuh penghormatan, menandakan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari masyarakat adat.

Lokasi kegiatan ini disebut sebagai Bukit Rubooh, salah satu kawasan perbukitan yang dipercaya masyarakat sebagai tempat keramat. Dalam tradisi lokal Minangkabau, sebelum seseorang berburu di hutan atau gunung, mereka biasanya melakukan ritual minta restu kepada para leluhur atau dewa-dewa penjaga alam. Ini adalah bentuk penghormatan kepada alam semesta dan keyakinan bahwa berburu bukan hanya aktivitas jasmani, tetapi juga mengandung unsur spiritual.

Ritual ini dikenal dalam beberapa budaya Minangkabau sebagai bagian dari “pamintaan barokah” atau memohon izin sebelum masuk ke alam liar, yang diyakini memiliki penunggu atau makhluk halus. Prosesi ini juga mencerminkan filosofi adat Minang yang terkenal: “Alam takambang jadi guru” — di mana alam dijadikan sebagai sumber hikmah dan kebijaksanaan hidup.

Dalam konteks sejarah, dokumentasi seperti ini kemungkinan diambil oleh fotografer kolonial Belanda pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, saat pemerintah kolonial mendokumentasikan kehidupan adat masyarakat pribumi di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Foto ini berfungsi sebagai bukti visual kekayaan budaya dan tradisi lokal yang telah bertahan turun-temurun.


🏛 Konteks Budaya dan Nilai Luhur:

  • Nilai spiritualitas: memperlihatkan hubungan erat antara manusia dan alam.

  • Pelestarian adat: menggambarkan bagaimana kearifan lokal diwariskan melalui ritual.

  • Ekspresi identitas budaya Minangkabau: dari pakaian, posisi duduk, hingga latar hutan sebagai tempat suci.


📚 Referensi dan Daftar Pustaka:

  1. Dobbin, Christine. Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784–1847. Curzon Press, 1983.

  2. Navis, A.A. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers, 1984.

  3. Kato, Tsuyoshi. Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka, 2005.

  4. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ensiklopedi Kebudayaan Indonesia: Sumatera Barat. Jakarta: Depdikbud, 1998.

  5. Foto Koleksi Arsip Nasional Belanda / KITLV Leiden. (Diduga dari koleksi kolonial Belanda dokumentasi Sumatera Barat abad ke-19–20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899