↑

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Cangkir / Ceret Yang Digunakan Kerajaan

📸 Judul Foto:

Cangkir / Ceret Yang Digunakan Kerajaan

 

Deskripsi:

Foto ini memperlihatkan dua buah artefak berupa cangkir dan ceret dari bahan keramik yang berasal dari masa kerajaan kuno, kemungkinan besar dari era Kerajaan Melayu atau Sriwijaya yang memiliki pengaruh kuat di wilayah Jambi. Benda-benda ini ditemukan di situs arkeologi, seperti Candi Muaro Jambi, yang merupakan pusat kebudayaan dan agama pada abad ke-7 hingga 13 Masehi.

Ceret dan cangkir ini digunakan dalam aktivitas sehari-hari kalangan bangsawan atau para pendeta, baik untuk kebutuhan minum maupun ritual keagamaan. Desainnya mencerminkan pengaruh budaya luar seperti Tiongkok dan India, yang datang melalui jalur perdagangan maritim di Selat Malaka. Gaya pembuatan dan bahan yang digunakan menunjukkan keterampilan tinggi dan teknologi produksi keramik pada masa itu.

Artefak semacam ini juga menjadi bukti adanya interaksi antara lokalitas Nusantara dengan dunia luar, membentuk sinergi budaya yang khas di masa kejayaan kerajaan-kerajaan maritim.

Sejarah Cangkir / Ceret Kerajaan:

Cangkir dan ceret yang ditemukan di situs-situs arkeologi seperti kawasan Candi Muaro Jambi merupakan peninggalan penting dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara, seperti Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Kedua kerajaan ini berkembang pesat antara abad ke-7 hingga ke-13 Masehi dan menjadikan kawasan Jambi sebagai salah satu pusat perdagangan, pendidikan, dan keagamaan yang penting di Asia Tenggara.

Keramik-keramik seperti ceret dan cangkir ini sering kali merupakan barang impor dari Tiongkok (khususnya dari Dinasti Tang dan Song), India, atau diproduksi secara lokal dengan pengaruh gaya asing. Mereka digunakan oleh kalangan bangsawan, pendeta Buddha, dan elit kerajaan, baik dalam kegiatan sehari-hari seperti minum teh atau air, maupun dalam upacara keagamaan dan persembahan di kompleks candi.

Temuan artefak keramik ini menandakan adanya hubungan dagang internasional yang kuat dan pengaruh kebudayaan luar yang masuk melalui jalur maritim. Selain itu, kualitas dan gaya keramik menunjukkan bahwa masyarakat masa itu sudah memiliki teknologi dan estetika tinggi dalam pembuatan barang pecah belah. Benda-benda seperti ceret dan cangkir ini tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga simbolik — sebagai lambang status sosial dan kesucian ritual. Oleh sebab itu, kehadirannya di situs kerajaan dan keagamaan menjadikan artefak ini sebagai bukti arkeologis penting dalam memahami kehidupan elit masa lampau dan struktur masyarakat kerajaan.

Daftar Pustaka:

  1. Ardika, I Wayan. (1991). Perdagangan dan Kerajaan di Asia Tenggara: Tinjauan Arkeologi. Jakarta: Gramedia.

  2. Miksic, John N. (2013). Earthenware in Southeast Asia. Singapore: Singapore University Press.

  3. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1997). Laporan Penelitian Arkeologi Situs Muaro Jambi. Jakarta: Balai Arkeologi.

  4. Soekmono, R. (2002). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius.

  5. Sumadio, Bambang (Ed.). (1990). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899