↑

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Perpustakaan
Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Padmasana/Landasan Arca Sebagai Lambang Kesucian

📸 Judul Foto:

Padmasana/Landasan Acara Sebagai Lambang Kesucian

 

Deskripsi dan Penjelasan Sejarah:

Padmasana, atau landasan arca, merupakan bagian penting dari warisan budaya dan keagamaan di Nusantara, khususnya dalam tradisi Hindu-Buddha yang berkembang pesat antara abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Di situs Candi Muaro Jambi—salah satu pusat pendidikan Buddha Mahayana dan Vajrayana pada masanya—artefak ini menunjukkan peran penting struktur suci dalam ritual keagamaan. Padmasana berfungsi sebagai alas atau takhta bagi arca-arca dewa, Buddha, atau tokoh-tokoh spiritual lainnya. Bentuknya menyerupai bunga teratai mekar—simbol yang umum dalam ajaran Hindu-Buddha sebagai lambang kesucian, pencerahan, dan kelahiran spiritual. Teratai dianggap sebagai bunga yang tumbuh di atas lumpur namun tetap bersih dan indah, melambangkan jiwa manusia yang dapat mencapai kesucian walau berasal dari dunia fana. Penemuan padmasana ini di kompleks Muaro Jambi memperkuat bukti bahwa kawasan ini dahulu merupakan pusat spiritual dan pendidikan penting di Asia Tenggara. Padmasana tidak hanya menjadi bagian dari struktur fisik bangunan suci, tetapi juga mencerminkan filosofi keagamaan dan nilai-nilai religius yang dianut masyarakatnya.

Padmasana, atau landasan arca, merupakan bagian penting dari warisan budaya dan keagamaan di Nusantara, khususnya dalam tradisi Hindu-Buddha yang berkembang pesat antara abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Di situs Candi Muaro Jambi—salah satu pusat pendidikan Buddha Mahayana dan Vajrayana pada masanya—artefak ini menunjukkan peran penting struktur suci dalam ritual keagamaan. Padmasana berfungsi sebagai alas atau takhta bagi arca-arca dewa, Buddha, atau tokoh-tokoh spiritual lainnya. Bentuknya menyerupai bunga teratai mekar—simbol yang umum dalam ajaran Hindu-Buddha sebagai lambang kesucian, pencerahan, dan kelahiran spiritual. Teratai dianggap sebagai bunga yang tumbuh di atas lumpur namun tetap bersih dan indah, melambangkan jiwa manusia yang dapat mencapai kesucian walau berasal dari dunia fana. Penemuan padmasana ini di kompleks Muaro Jambi memperkuat bukti bahwa kawasan ini dahulu merupakan pusat spiritual dan pendidikan penting di Asia Tenggara. Padmasana tidak hanya menjadi bagian dari struktur fisik bangunan suci, tetapi juga mencerminkan filosofi keagamaan dan nilai-nilai religius yang dianut masyarakatnya.

Latar Belakang Sejarah:

Padmasana, secara harfiah berarti “tempat teratai”, merupakan landasan atau alas dari arca dalam tradisi arsitektur keagamaan Hindu-Buddha. Artefak ini sering ditemukan di situs-situs candi, termasuk di kawasan Candi Muaro Jambi, Jambi — salah satu kompleks percandian terbesar di Asia Tenggara.

Bentuk Padmasana biasanya menyerupai bunga teratai yang mekar, simbol dari kemurnian, pencerahan, dan kesucian dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Arca-arca dewa atau tokoh spiritual biasanya diletakkan di atas padmasana sebagai simbol kedudukan sakral dan agung, menandakan bahwa arca tersebut bukan sekadar representasi fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual tinggi.

Daftar Pustaka:

  1. Soekmono, R. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia II. Jakarta: Penerbit Kanisius, 1988.

  2. Puslit Arkenas. Laporan Ekskavasi Candi Muaro Jambi. Balai Arkeologi Sumatera Selatan, 2010.

  3. Miksic, John N. Borobudur: Golden Tales of the Buddhas. Periplus Editions, 1990.

  4. Degroot, Véronique. Candi, Space and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains. Leiden: Sidestone Press, 2009.

  5. Wibisono, I. Made. Simbolisme Padmasana dalam Arsitektur Bali dan Nusantara. Denpasar: ISI Press, 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899