Sarolangun, 2026 – UPT Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas dan tata kelola perpustakaan melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Desa/Kelurahan dan Perpustakaan Sekolah Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 yang dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan tersebut menghadirkan pustakawan UPT Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai asesor perpustakaan, yakni Mohd. Isnaini, M.Hum. dan asesor pustakawan Mahdianto, S.Hum., M.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman dan pendampingan kepada pengelola perpustakaan desa/kelurahan maupun perpustakaan sekolah mengenai pentingnya akreditasi sebagai instrumen peningkatan mutu layanan perpustakaan.
Kegiatan sosialisasi dan advokasi ini turut dihadiri oleh Bupati Sarolangun, H. Hurmin, S.E., serta Kepala DPAD Kabupaten Sarolangun, H. Ahmad Nasri, S.H. Kehadiran pimpinan daerah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan perpustakaan sebagai salah satu sarana strategis dalam meningkatkan budaya baca, literasi masyarakat, serta kualitas pendidikan di Kabupaten Sarolangun.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam proses akreditasi perpustakaan. Akreditasi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administrasi, tetapi juga sebagai proses untuk memastikan bahwa perpustakaan memiliki standar pengelolaan, koleksi, sarana dan prasarana, tenaga perpustakaan, pelayanan, serta program kegiatan yang mampu memenuhi kebutuhan pemustaka.
Sebagai asesor, Mohd. Isnaini, M.Hum. dan Mahdianto, S.Hum., M.Pd. memberikan penjelasan mengenai pentingnya kesiapan perpustakaan dalam memenuhi komponen dan indikator penilaian akreditasi. Para pengelola perpustakaan juga didorong untuk melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari aspek kelembagaan, pengelolaan koleksi, pelayanan kepada pemustaka, dokumentasi kegiatan, hingga pengembangan program literasi.
Advokasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pengelola perpustakaan desa/kelurahan dan sekolah mengenai tahapan serta berbagai persyaratan yang perlu dipenuhi dalam menghadapi proses akreditasi.
Bupati Sarolangun, H. Hurmin, S.E., dalam kesempatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas perpustakaan di wilayah Kabupaten Sarolangun. Perpustakaan desa/kelurahan dan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses informasi dan pengembangan budaya literasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala DPAD Kabupaten Sarolangun, H. Ahmad Nasri, S.H., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari penguatan pembinaan perpustakaan di daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPAD, dan tenaga profesional di bidang perpustakaan diharapkan mampu mendorong semakin banyak perpustakaan di Kabupaten Sarolangun yang memenuhi standar nasional dan siap mengikuti proses akreditasi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara UPT Perpustakaan UIN STS Jambi dengan pemerintah daerah dalam bidang pengembangan perpustakaan dan literasi. Keterlibatan pustakawan UIN STS Jambi sebagai asesor sekaligus narasumber menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan profesionalisme pengelolaan perpustakaan di masyarakat dan satuan pendidikan.
Melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi tersebut, diharapkan perpustakaan desa/kelurahan dan perpustakaan sekolah di Kabupaten Sarolangun semakin siap melakukan pembenahan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Dengan perpustakaan yang dikelola secara profesional dan memenuhi standar, masyarakat dan peserta didik diharapkan memperoleh layanan informasi yang semakin berkualitas serta mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan literasi.
UPT Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi pustakawan dan peningkatan kualitas perpustakaan melalui kegiatan pendampingan, sosialisasi, advokasi, serta berbagi praktik baik dalam pengelolaan perpustakaan.



